Sejarah Si Pitung
Si Pitung lahir pada tahun 1866 di kampung Pengumben, sebuah permukiman kumuh di Rawabelong, dekat Stasiun Palmerah sekarang ini. Menurut riwayat lisan, julukan “Si Pitung” berasal dari frasa Jawa “pituan pitulung” yang berarti “tujuh sekawan tolong-menolong”. Dahulu sekitar abad ke-19, Rawa Belong disebut ommelanden yang berarti pinggiran Batavia.
Kabarnya Si Pitung mulai melakukan aksi perampokan pada 1892-1893. Mulanya Si Pitung selalu membantu sang ayah menjual kambing. Hingga suatu hari ada komplotan bandit Belanda dan Tionghoa yang merampok uang dari hasil berjualan kambing ayahnya. Atas kejadian itu Pitung mulai banyak mengenal komplotan bandit. Akan tetapi, pandangan orang terhadap dirinya jadi berubah seakan Si Pitung termasuk golongan bandit. Kemampuan bela diri Si Pitung pada akhirnya cukup membuat waswas para tuan tanah. Sosok Si Pitung digambarkan sebagai pemuda gagah berani, tampan, baik hati, dan andal bela diri. Rumah tersebut diyakini sebagai kediaman saudagar Hadji Sapiudin yang pernah dirampok Si Pitung.
Bila ingin berkunjung kerumah pintung , yang berada di Jakarta Utara , Cilincing Marunda Pulo .


Cerita rakyat yang sangat menarik
ReplyDeletePitung raja silat yee
ReplyDelete